Dari Mana Datangnya Kebenaran ?

Tulisan berikut merupakan saduran dari penjelasan dalam video ini www.youtube.com/watch?v=sRaUKjeSfio yang saya tulis kembali sesuai dengan apa yang saya pahami dan saya tambahkan beberapa hal dari saya.

***

Salah satu naluri manusia adalah selalu mencari kebenaran. Rasa ingin tahu selalu mendorong manusia mencari dan mencari kemanapun kebenaran dirasa ada disitu. Bahkan, kadang biaya yang besar tidak menyurutkan kita untuk mendapatkan secuil kebenaran. Pertanyaannya, sebenarnya dimanakah kita dapat mendapatkan kebenaran itu?

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin (semoga Allah merahmati beliau) -salah seorang alim (bentuk tunggal dari ‘ulama) besar abad ini, menerangkan bahwa kebenaran atau hukum-hukum yang ada di dunia ini terdiri dari tiga hal:

1.  الأحكام العقلية

Al Ahkamul ‘aqliyyah, yakni hukum-hukum atau kebenaran yang kita dapatkan dengan memanfaatkan akal kita. Orang sering menyebutnya kebenaran rasional. Kita hanya perlu menggunakan rasio kita secara jernih untuk mendapatkan kebenaran ini. Contohnya adalah logika dan matematika. Dalam matematika,misalnya, ada postulat kesejajaran yang menyatakan bahwa dua garis sejajar tidak akan pernah berpotongan (dalam geometri euclid ). Kita tidak perlu mengadakan eksperimen untuk membuktikan kebenaran dari pernyataan ini. Cukup dengan akal sehat kita.

2. الأحكام العادية

Al Ahkamul ‘adiyyah, atau hukum-hukum kebiasaan. Kebenaran ini datangnya dari kebiasaan yang terjadi di alam sekitar kita. Kita bisa mengetahui kebenaran ini dengan menggunakan indera kita. Orang sering menyebutnya kebenaran empiris. Sifatnya adalah das sein (apa yang terjadi). Contohnya adalah ilmu-ilmu yang dihasilkan dari observasi dan eksperimen, misalnya fisika, kimia, biologi, ilmu-ilmu sosial positif (yang mempelajari apa yang terjadi, bukan apa yang seharusnya), dan sebagainya. Kita tahu, misalnya, bahwa matahari terbit dari timur, bahwa diameter matahari sekian km, bahwa besi berkarat jika terpapar oksigen, bahwa tingkat inflasi cenderung berbanding terbalik dengan tingkat pengangguran, dan banyak lagi.

3. اﻷحكام الشرعية

Al Ahkam Asy Syar’iyyah, adalah hukum-hukum atau ketetapan-ketetapan yang didalamnya memuat perintah dan larangan bagi umat manusia. Kebenaran ini tentu saja berasal dari Allah yang diwahyukan kepada nabi dan rasul-Nya. Kita tidak bisa mengetahui kebenaran ini dengan rasio atau observasi. Dengan kebenaran inilah kita bisa selamat di dunia dan di akhirat. Kita tahu bahwa menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim. Inilah ilmu atau kebenaran yang wajib kita cari – ilmu syar’i, sementara kita tidak wajib menuntut ilmu yang lain. Dengan ilmu ini kita dapat mengenal Allah, kita mengetahui cara-cara beribadah yang benar, kita dapat berinteraksi dengan manusia lain sesuai aturan-Nya.

***

Itulah macam-macam kebenaran serta cara-cara kita mendapatkannya. Perlu diingat bahwa ketiga kebenaran tersebut sebenarnya semua berasal dari Allah. Maka, mari kita senantiasa semangat dalam mencari kebenaran-kebenaran ini – terutama ilmu syar’i – dengan senantiasa untuk mengharap keridhoan-Nya.

Advertisements

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s