Polymath and Competent Man Wannabe

Saya ingin menjadi seorang polymath.

Wikipedia berkata:

A polymath is a person whose expertise spans a significant number of different subject areas; such a person is known to draw on complex bodies of knowledge to solve specific problems.

Menguasai berbagai bidang keilmuan bagi saya menjadi sebuah impian, kalau tidak ingin disebut mimpi di siang bolong (lihat perbedaan makna ‘impian’ dan ‘mimpi’). Tidak hanya ilmu teoretis, namun juga ilmu-ilmu aplikatif serta keterampilan-keterampilan spesifik yang dapat membantu saya dalam kehidupan sehari-hari.

Jadi, izinkan saya menuliskan hal-hal apa saja yang menarik minat saya:

1. Ilmu Agama : Kewajiban saya sebagai seorang muslim. Minimal mengetahui pokok – pokok aqidah, akhlak, serta fiqih praktis. Kalau diberi kemampuan ingin mengauasai bahasa Arab (terutama nahwu-sharaf), Ushul Fiqih, dan Ushul Tafsir.

2. Sains formal : Logika, matematika diskrit dan kontinu, bahasa pemrograman (sekarang hampir semua disiplin sains bersentuhan dengan pemrograman).

3. Sains alam : Fisika konseptual, astronomi (amatir – stargazing), kimia terapan (tertarik setelah seorang teman saya mengajak membuat roket gula).

4. Sains sosial : Ekonomika, Ekonometrika, Ekonomi-Islam, Ekonomi-Syariah (karena itu ilmu Ushul Fiqih agaknya akan sangat berguna di sini), Behavioral economics (menurut saya semi-psikologi), Psikologi praktis (semacam “bagaimana cara mengetahui seseorang berbohong?”, hehehe)

5. Humaniora : Sejarah, filsafat (sekedar tahu), linguistika.

Terlepas dari pengertian polymath itu mencakup penguasaan skill atau tidak, inilah beberapa keterampilan (atau beberapa ilmu aplikatif) yang ingin saya kuasai:

1. otomotif (alias, bagaimana cara memperbaiki motor sendiri, minimal tahu cara mengganti busi yang rusak, hehehe).

2. tataboga (alias, cara masak agar tidak malu-maluin. catatan: memasak adalah skill penting bukan hanya bagi perempuan, tapi juga laki-laki).

3. konstruksi, desain interior-eksterior, dan arsitektur (alias, bisa nyampur adonan semen dengan proporsi pas, masang tembok bata sendiri, ngaci tembok sendiri, ngecat rumah, membuat kolam hias sendiri).

4. kedokteran dan farmasi (alias, tahu kalau badan kita nyeri demam obatnya paracetamol, ibuprofen, atau asam mefenamat).

5. elektronika (alias, bisa nyambung kabel, nyolder komponen, cara pakai multimeter, masang lampu sendiri, hehehe).

6. nyuci baju dan nyetrika dengan benar (serius).

7. woodcrafting (alias, bisa membuat perabotan kayu sederhana sendiri).

8. memanah dan menembak (ya, bisa digunakan untuk rekreasi, berburu sesuatu, dan skill yang berguna ketika perang meletus nanti – ups).

9. serta skill-skill yang berkonsep DIY (do it yourself) dan lifehacking.

10. navigasi alam, survival (ceritanya, ketika terjebak di hutan bisa survive – yang satu ini agak fantasi).

Nah, jadi banyak sekali. Ini jadi agak muluk-muluk dan tampak seperti angan-angan belaka. Beberapa hal memang saya agak menguasai, beberapa cuma minat semata. Tapi, tak dapat dipungkiri saya banyak sekali menaruh interest pada hal-hal yang sangat luas.

Konsep ini (menguasai berbagai bidang) sebetulnya disebut juga dengan “competent man“. Banyak tokoh-tokoh fiktif yang merupakan seorang competent man, contohlah Tintin, Indiana Jones, V, Sherlock Holmes.

Sebuah kutipan menarik dari tokoh Lazarus Long dalam novel Time Enough for Love karya Robert Heinlein:

“A human being should be able to change a diaper, plan an invasion, butcher a hog, conn a ship, design a building, write a sonnet, balance accounts, build a wall, set a bone, comfort the dying, take orders, give orders, cooperate, act alone, solve equations, analyze a new problem, pitch manure, program a computer, cook a tasty meal, fight efficiently, die gallantly. Specialization is for insects.”

Menarik. Jadi tokoh mana yang menginspirasi saya?

Tidak usah jauh-jauh, dan tidak usah membuat tokoh fiktif pula. Perhatikan ini:

Urwah berkata kepada Aisyah, “Wahai Ummul Mukminin, apakah yang dikerjakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika ia bersamamu (di rumahmu)?”, Aisyah berkata, “Ia melakukan (seperti) apa yang dilakukan oleh salah seorang dari kalian jika sedang membantu istrinya, ia memperbaiki sendalnya, menjahit bajunya, dan mengangkat air di ember”. (HR Ibnu Hibban (Al-Ihsan XII/490 no 5676, XIV/351 no 6440),)

Dalam buku Syama’il karya At-Thirmidzi, “Dan memerah susu kambingnya…” (Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani di As-Shahihah 671)

Rasulullah, seorang nabi dan rasul, suami, ayah, kepala negara, negosiator ulung, orator ulung, komandan perang, ahli gulat, bisa menjahit sendiri, memerah susu kambing sendiri, mencangkul parit, menggembala kambing, berdagang dengan profit luar biasa, dan masih banyak lagi.

Advertisements

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s