Ekonomi atau Ekonomika?

FEB UGM adalah salah satu fakultas ekonomi di Indonesia yang memakai istilah tidak lazim: ekonomika. Lengkapnya adalah Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Sepanjang yang saya dengar, istilah ekonomika ini penggunaannya diawali oleh UGM, lalu kampus-kampus lain mengikutinya.

Walaupun saya belum lama duduk di fakultas ini, saya sudah sering mendengar argumen atas ketidaklaziman istilah ini. Alasan yang saya dengar selalu sama, yaitu bahwa ekonomika adalah kata serapan dari economics, layaknya fisika dari physics, matematika dari mathematics, statistika dari statistics, dan sebagainya. Jadi penggunaan istilah ekonomi untuk menyebut ilmu tidak cocok. Yang benar adalah ekonomika atau ilmu ekonomi.

Baik. Saya terima argumen ini, tapi masalahnya kaidah tersebut berlaku jika ekonomika adalah serapan dari economics yang merupakan bahasa Inggris. Sedangkan, menurut saya ‘ekonomi’ lebih cenderung diserap dari bahasa Belanda ‘economie’ mengingat faktor historis bahwa kita pernah dijajah Belanda. Dalam bahasa Belanda, economie sebagai nama ilmu juga dapat berarti istilah yang merujuk pada suatu sistem (sistem ekonomi).

Selama ini, menurut apa yang saya baca, istilah ‘ekonomi’ dalam bahasa Indonesia berarti nama suatu ilmu sekaligus suatu sistem. KBBI menjelaskan tentang hal ini:

ekonomi/eko·no·mi/ /ékonomi/ n Ek1 ilmu mengenai asas-asas produksi, distribusi, dan pemakaian barang-barang serta kekayaan (seperti hal keuangan, perindustrian, dan perdagangan); 2 pemanfaatan uang, tenaga, waktu, dan sebagainya yang berharga; 3 tata kehidupan perekonomian (suatu negara); 4cak urusan keuangan rumah tangga (organisasi, negara);

Tetapi dalam praktiknya ketika merujuk pada suatu sistem, lebih sering digunakan istilah ‘perekonomian’.

perekonomian/per·e·ko·no·mi·an/n tindakan (aturan atau cara) berekonomi;

Baik. Jadi istilah economics dalam bahasa Inggris memiliki padanan ‘ekonomi’ dalam bahasa Indonesia. Sementara economy memiliki padanan ‘perekonomian’.

Jika memang kita mau mengubah penyerapan istilah ini dari bahasa Belanda menjadi bahasa Inggris, seharusnya kita konsisten. Economics menjadi ekonomika, sedang economy menjadi ekonomi. Ekonomi bukan lagi menjadi nama sebuah ilmu tapi menjadi nama suatu sistem. Mau tidak mau KBBI juga harus mengganti entry-nya.

Masalahnya kita tidak seragam dalam menerapkan istilah ini. UGM dan beberapa kampus lain menggunakan nama ‘ekonomika’ sedangkan UI sampai sejauh ini masih keukeuh menggunakan istilah ‘ekonomi’. Saya curiga ada faktor persaingan antara dua kampus besar ini (hehehe). Tapi tenang saja, saya tidak fanatik UGM kok..

Saran saya, harus ada penyeragaman istilah secara nasional. Bukan hanya pada nama fakultas, tetapi juga pada ranah kepenulisan. Jadi bukan hanya Dikti yang harus bertanggung jawab, tetapi juga Pusat Bahasa (atau apa namanya saya kurang tau) sebagai otoritas bahasa di negeri ini.

Salah satu alasan maraknya penggantian nama fakultas ini katanya ‘untuk memenuhi tujuan go-international’. Masalahnya, kalau di dalam negeri sendiri masih belum ada penyeragaman istilah bahkan mengarah pada ‘perpecahan’, bagaimana kita mau go-international?


Catatan: Saya bukan ahli bahasa, jadi tolong koreksi jika saya salah.

Update 26 Januari 2016

Setelah saya tidak sengaja kesasar di salah satu laman pribadi milik dosen di fakultas saya, akhirnya saya menemukan jawaban dari problema ini.

Sebagaimana yang beliau tulis di sini, dalam Petunjuk Umum Pembentukan Istilah 1988 (PUPI) dalam butir 2.4.3 dinyatakan bahwa

• Demi keseragaman, sumber rujukan yang diutamakan ialah istilah Inggris yang pemakaiannya sudah internasional, yakni yang dilazimkan oleh para ahli dalam bidangnya.
• Penulisan istilah itu sedapat-dapatnya dilakukan dengan mengutamakan ejaannya dalam bahasa sumber tanpa mengabaikan segi lafal.

Maka merujuk kaidah diatas seharusnya kita mengutamakan penyerapan istilah dari bahasa Inggris. Artinya, saya katakan selamat pada ekonomika 😀


Sekedar informasi, dosen yang memiliki laman tersebut adalah dosen yang sangat menaruh perhatian pada ejaan penulisan bahasa Indonesia terutama dalam penyerapan istilah. Memang cukup banyak dosen di fakultas tempat saya belajar (FEB) yang menaruh perhatian terhadap bahasa (yang baik dan benar).

Advertisements

Leave a comment

Filed under Opini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s