Memori Hujan

Ada romantika dalam hujan
Dalam tetesan air yang memandikan tanah
Menghamburkan aroma kesyahduan
Menyapu debu yang mengembara dalam angin
Cahaya temaram mendamaikan hati
Dengan pekikan gemuruh guntur
Hati siapa takkan takluk?

Adalah hujan
Nikmat yang dicaci
Dibenci karena ada
Diingkari jika menyapa
Diharap jika menderita
Diminta dengan doa

Ketika hujan tinggal memori
Dan esok hari tak bersua lagi
Maka lupakanlah bait-bait Sapardi
tentang hujan bulan juni

————————————–

Ditulis di masjid kampus UGM,

setelah rintik kecil yang dinanti dengan agak malu turun ke bumi

Advertisements

Leave a comment

Filed under Syair

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s