Elegi Sebuah Kehilangan

Adalah masalah buat saya, ketika kehilangan apa yang saya punyai. Pun bahkan jika sebelumnya ia tak pernah saya hargai. Seluruh memori tentangnya terputar kembali. Seolah berkata pada saya “Ketika ada aku kau lupakan, ketika meninggalkanmu kau merengek agar aku kembali”. Dan saya merasa tertampar tepat di pipi.

Sebuah fakta, bahwa ambisi yang ingin saya penuhi, sesuatu yang ingin saya miliki, yang dengan memikirkannya saja bisa membuat saya tak bisa tidur nyenyak di malam hari, beberapa saat setelah saya dapatkan, maka segera pudarlah gelora ambisi tadi. Seketika saya lupa, bahwa sebelumnya saya dengan menggebu-gebu ingin memiliki.

Inilah pelajaran buat saya, agar senantiasa menghargai apa yang saya miliki. Serta peringatan bagi saya, bahwa kepemilikan yang hakiki, nyatanya hanyalah mutlak pada Sang Ilahi.

Alangkah berat, dan saya tahu pasti. Bahwa mengubah apa yang telah menjadi watak dasar adalah sebuah kesulitan tersendiri. Tapi saya yakin selalu ada jalan dan selalu ada solusi.

Belajar untuk tidak terlalu berambisi. Belajar untuk senantiasa menghargai. Serta belajar untuk tabah ketika ditinggal pergi.

 

 

Advertisements

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s