Memahami

Sesulit apakah memahami orang?

Itu tergantung apa yang ingin kita pahami.

Seorang guru memahami kemampuan siswanya lewat ujian. Seorang HRD memahami calon pegawai lewat wawancara. Seorang psikolog memahami pasien lewat asesmen. Seorang ekonom memahami perilaku konsumen lewat observasi maupun eksperimen.

Tapi, cukup dengan itukah untuk memahami orang secara utuh? Bukankah siswa bernilai tinggi tak menjamin sikapnya baik? Bukankah pegawai yang bermotivasi tinggi tak selalu bekerja lebih produktif? Bukankah hasil asesmen psikologi tak selalu akurat? Bukankah tak jarang konsumen bertindak di luar prediksi dan teori?

Dunia kita penuh dengan variabel. Tak ada kata ceteris paribus layaknya dalam ekonomika ketika kita berusaha memahami orang terdekat kita di dunia nyata.

Lantas bagaimana?

Tak akan ada kata selesai untuk memahami entitas seorang manusia. Karena perubahan adalah sifat yang terlekat pada kita. Tak ada dua individu yang sama. Begitu pula, tak ada satu individu dengan sifat yang identik sempurna dalam dua titik waktu yang berbeda. Yang dapat kita lakukan hanyalah mencari pola.

Tak akan ada pengetahuan sempurna karena keterbatasan kita. Namun, itu bukan alasan untuk berhenti memahami, karena usaha kita senantiasa bermakna.

 

 

Advertisements

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s