Menikah Tanpa Pacaran?

Saya tidak sengaja menemukan sebuah artikel jurnal dari fakultas tetangga saya. Isinya sangat menarik, karena mencoba membandingkan tingkat kepuasan pernikahan antara pasangan yang melalui proses pacaran dengan pasangan yang bukan hanya tidak melalui proses pacaran, tetapi juga anti-pacaran.

Jurnal tersebut bisa dibaca di sini.

Kesimpulannya, ditemukan beda signifikan antara dua kelompok tersebut. Menariknya, kelompok tanpa pacaran terbukti lebih bahagia. Salah satu kemungkinan penjelasan yang dipaparkan sang penulis adalah bahwa kelompok tanpa pacaran lebih bahagia karena lebih religius, mengingat sampel kelompok yang tidak pacaran berisi orang-orang aktivis dakwah (akhi ukhti gitu, wkwk). Hal ini sesuai pula dengan landasan teori yang dipaparkan oleh penulis sebelumnya bahwa religiositas berbanding lurus dengan kebahagiaan pernikahan.

Di jurnal yang lain, ditemukan bahwa lama pacaran memiliki korelasi positif dengan kebahagiaan pernikahan. Tapi ingat, ini sampelnya ada di US. Tentu karakteristik sampelnya beda dengan jurnal yang di atas tadi (saya boleh asumsikan tidak ada akhi ukhti aktivis dakwah yang masuk dalam survei yang ini).

Kesimpulannya apa?

Kalo mau nikah tanpa pacaran dan mendapatkan pernikahan yang bahagia, salah satu syarat adalah Anda harus religius!

Advertisements

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s