Rainy Mood

Suara hujan kali ini benar-benar asli, bukan sekedar rekaman mp3. Enam jam lebih mengguyur bumi hampir tanpa henti. Setidaknya semenjak sore tadi, ketika saya mengobrol kesana kemari dengan dua orang teman sambil menunggu waktu berbuka.

Hujan kali ini agak lain. Ia amat tenang. Tak ada satupun pekikan guntur yang terdengar. Padahal, saya kira hujan deras selalu diiringi kilatan petir dan guntur. Atau mungkin ini pengecualian, karena hujan di bulan ini saja memang semacam anomali.

Bagaimanapun, hujan kali ini berhasil menemani saya. Menemani dengan suara rintikannya yang ritmis ketika jutaan tetesan air mengenai genting. Menemani dengan dinginnya yang membelai kulit. Meski tak ada cokelat panas ataupun indomie rebus terhidang, namun cukuplah suasana ini mendatangkan damai di hati.

Setumpuk buku merayu dengan manja untuk segera dibaca. Apalah daya saya untuk menolak. Dengan nuansa khidmat seperti ini, izinkan saya bersama ide-ide yang tertuang dalam lembaran kertas untuk berinteraksi. Setidaknya sampai rasa kantuk menghampiri.

Advertisements

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s