Mendengarkan Cahaya dari Semesta Purba

Well, saya pikir judulnya terlalu puitis, tapi saya pikir ini cukup bagus.

Pernahkah kalian mendengar suara gemerisik pada radio atau ‘gambar semut’ pada televisi ketika posisi frekuensi channel tidak pas? Apa sebenarnya yang menyebabkan hal ini?

Suara gemerisik ini semacam es campur. Ia sebenarnya perpaduan dari banyak hal, mulai dari gangguan pada peralatan elektronik itu sendiri, asmospheric noise yang disebabkan kejadian-kejadian di atmosfer kita seperti petir (di seluruh dunia, sekitar 40 petir terjadi setiap detik!), gelombang elektromagnetik yang dipancarkan benda-benda langit (matahari, planet, bintang…), hingga Cosmic Microwave Background (CMB).

Yang terakhir inilah yang paling menarik. CMB adalah cahaya yang dipancarkan oleh alam semesta muda, sekitar 378.000 tahun setelah Ledakan Besar (Bigbang). Masa itu disebut dengan masa rekombinasi, yaitu ketika suhu alam semesta sudah cukup dingin sehingga memungkinkan atom hidrogen pertama terbentuk. Sebelum masa ini, alam semesta adalah tempat yang ‘kacau’. Foton, proton, elektron, beterbangan kesana kemari. Belum ada unsur-unsur seperti oksigen, karbon, ataupun besi. Belum ada bintang, galaksi, planet, serta segala pernak-pernik alam semesta seperti sekarang ini. CMB inilah sebagian (sebetulnya hanya sekitar 1%) sumber yang berperan dalam suara gemerisik radio yang kita dengar.

Tunggu dulu, tadi katanya CMB adalah cahaya, kok bisa didengar?

CMB, seperti namanya, adalah gelombang mikro, dan seperti kita tahu, gelombang mikro adalah sebagian dari keluarga spektrum gelombang elektromagnetik selain sinar X, cahaya, sinar ultraviolet, gelombang radio, dan kawan-kawannya.

Bergeraknya sumber gelombang menjauhi kita akan menyebabkan frekuensi gelombang yang kita terima makin rendah, dan sebaliknya. Ini disebut efek Doppler. Contohnya, suara motor yang bergerak menjauhi kita akan semakin rendah nadanya (perhatikan, bukan hanya volume suaranya yang makin rendah, tapi juga nadanya!).

Alam semesta yang mengembang menyebabkan sumber cahaya CMB ini senantiasa bergerak menjauhi kita. Akibat efek Doppler, frekuensi CMB bergeser dari gelombang cahaya menjadi gelombang mikro.

Well, sebetulnya kita tidak benar-benar mendengarkan gelombang mikro ini. Sebagaimana pula, kita sebetulnya tidak mendengar gelombang radio ketika mendengarkan radio. Perangkat radio kita telah mengubah gelombang elektromagnetik menjadi gelombang suara sehingga telinga kita mampu mendengarkannya.

Advertisements

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s