Sajak Lebaran

Di pintu pintu kami
menunggu. Senyum dan pelukan
Sejenak lupa akan
Dendam yang tertimbun rerumputan
kering, juga
Sekaleng Khong Guan dan
setoples nastar

Segelas air mata dihidangkan
Tanpa tangis
Dengan sepotong rindu, hampir meleleh

Di baju-baju itu ada kita
Di kopiah-kopiah, di gamis-gamis
Di sandal-sandal baru
Yang bertanya pada dinding di sampingnya
Kapan bertemu kembali?

Advertisements

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s