Di Sudut Kamar

detak pelan jam dinding perlahan pergi
mengalun ratapan rintihan pelan
tumpah pula segala buncah
kian lama makin jadi
lalu hilang di tengah hening

dengan semua cerita yang mengalir
kau bilang mati

dengan semua napas yang terhirup
kau bilang hampa

dengan semua angan yang terbayang
kau bilang kelam

dengan semua ujar yang tercekat
kau bilang tapi

dengan semua doa yang terlantun
kau bilang sepi

bersama seluruh kau, Dia, dan kita
kau harap sendiri?

hanya di air mata mungkin kau mencari
sebelum malam habis dihempas sunyi

Advertisements

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s