entahlah judulnya apa

Ada dilema antara lingkungan aktivis Islam kanan di satu sisi, dan aktivis liberal atau progresif kiri di sisi yang lain. Yang pertama memiliki lingkungan yang menyejukkan, persaudaraan (“ukhuwah”) sangat kuat, serta suportif, tapi kadang menggangu kebebasan nalar dan naluri kemanusiaan. Yang kedua sangat merangsang kebebasan berpikir tapi dengan lingkungan yang saking bebas dan kerasnya membuat jadi tidak nyaman (setidaknya menurut standar saya). Tau sendiri kan, okelah ini tidak bisa digeneralisasi, tapi saya tanya begini, ini dari amatan sekilas saya : di kampus saya (silakan tebak sendiri), antara anak-anak pers progresif (yang kemarin bikin heboh dengan keberaniannya mengangkat isu pelecehan seksual itu) dan anak-anak badan eksekutif (yang sekarang sedang dikuasai rezim ikhwan), mana yang lebih berpeluang merokok, minum anggur merah, dan tidur kelonan berdua? Lalu mana juga yang lebih berpeluang menganggap orang homoseksual itu makhluk kelas dua? Halah ayolah tidak usah naif. Semua orang tahu.

Dari segi intoleransi pikiran, pun kadang dua geng ini sama saja. Kubu kanan (oke, oke saya tambahi, oknum kubu kanan) menganggap ateisme menjijikkan, sedang kubu satunya menganggap anak ateis lebih elit secara pemikiran dibanding yang lain. Ayolah akui saja lagi, pada akhirnya kita itu dimakan stereotype kan.

Mungkinkah ada bentuk aktivisme yang memadukan “akhlak” a la kubu kanan dengan kebebasan berpikir a la kubu kiri? (Kok saya jadi kebayang orang-orang Nahdliyin progresif ya, hehe).

 

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s